TUHAN YANG MENGATUR
Mazmur 31:9-16
Kita tidak pernah dapat memuaskan
semua orang, apalagi mereka yang antipati terhadap
kita. Jangankan hal yang buruk, hal yang baik saja tidak mereka sukai. Karena
itu, kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada mereka. Yang terpenting
adalah selalu mengevaluasi diri sendiri dan melihatnya
dari perspektif Tuhan. Dialah yang berkuasa!
Daud pernah merasakan
ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam berelasi. Ia difitnah sedemikian rupa.
Fitnah adalah sesuatu yang kejam, bahkan dapat mematikan. Dalam situasi demikian, Daud melihat hidupnya dari
perspektif TUHAN. Bahkan, ia berserah sepenuhnya kepada-Nya. Bagi Daud, musuh
tidak berkuasa atas hidup
dan
matinya. Itu adalah hak prerogatif TUHAN. Karena itu, ia berkata,
“Nasibku ada dalam tangan TUHAN.” Musuh boleh merencanakan
kejahatan, namun ia yakin TUHAN akan membebaskannya dari rencana jahat musuh. Karena itu, ia memohon TUHAN melepaskannya dari
kejaran mereka.
Sahabat, kita tidak memiliki
kuasa untuk membuat seseorang berhenti merancang hal buruk terhadap kita.
Namun, kita bisa terus berbuat baik dan mengatur hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Belajar dari Daud, hidup kita ada dalam
tangan kuasa Tuhan,
bukan dalam genggaman orang yang membenci kita.
Karena itu, berserah kepada- Nya dan terus berkarya adalah pilihan terbaik.
Tuhanlah yang mengatur hidup kita, bukan orang yang memusuhi kita! (Wasiat)
REFLEKSI:
Tuhan yang mengatur langkah setiap orang. Karena itu, jangan biarkan fitnah dan penilaian orang mendikte kita!